Gubernur: Banyak PNS DKI Kerja Basi-basi, Tandatangan Lalu Dapat Uang



Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Purnama saat memimpin rapat
Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Purnama saat memimpin rapat (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengumpulkan pegawai dan pejabat setingkat eselon tiga dan empat di Aula Balai Agung, Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis, 13 Maret 2014.
Jokowi memberikan pengarahan kepada ratusan pejabat dari Dinas Sosial, Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Badan Kepegawaian Daerah serta institusi lainnya di bawah koordinasi Asisten Kesejahteraan Masyarakat dan Asisten Pembangunan DKI.


Jokowi menekankan satu hal, yaitu: jangan kerja basa-basi. Dia mencontohkan yang dimaksud dengan kerja basa-basi itu. "Dinas Pendidikan bikin diklat, materinya itu-itu saja. Yang sudah diketahui oleh para guru. Tiap bulan diklat, hanya buat tanda tangan terus dapat uang," kata Jokowi.
Menurutnya, kerja basa-basi itu sekadar untuk mendapatkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), tapi manfaat langsung untuk warga tidak ada. "Banyak itu di dinas-dinas lain kerja basa-basi seperti itu," ujarnya.

Dalam pengarahan ini Jokowi juga membeberkan anggaran beberapa dinas di DKI Jakarta. Kata dia, anggaran tersebut sangat besar. Untuk Dinas Pendidikan per satu tahun dapat Rp13 triliun, Dinas Kesehatan dapat Rp4,5 triliun, dan Dinas Sosial Rp700 miliar.
"Itu harus dikelola, jangan dihambur-hamburkan. Pernah ada satu sekolah yang kepala sekolahnya mengaku terus dikirimi bangku sekolah padahal tidak minta, itu jangan seperti itu."
Jokowi mewanti-wanti sambil menambahkan bahwa kantor gubernur sendiri hanya mendapatkan anggaran Rp3,5 triliun untuk periode lima tahun.

Soal anggaran, Jokowi tidak main-main. Dia mengaku bisa dengan mudah mencoret anggaran setiap satuan kerja apapun di Pemerintah DKI. "Hati-hati mengelola anggaran itu. Tingkat serapannya harus besar, manfaat buat rakyatnya juga mesti besar. Semua anggaran pasti saya cek. Kami sudah pakai e-budgeting. Kalau ada yang tidak sesuai bisa langsung saya coret dari tab saya. Jangan main-main," kata dia menegaskan.

Jokowi memberikan pengarahan selama 2,5 jam dalam dua sesi untuk pejabat dinas di bawah masing-masing koordinasi Asisten Kesejahteraan Rakyat dan Asisten Pembangunan Provinsi DKI Jakarta. Pengarahan dimulai pukul 09.00 WIB, dan berakhir pukul 11.30 WIB
0 Komentar untuk "Gubernur: Banyak PNS DKI Kerja Basi-basi, Tandatangan Lalu Dapat Uang"

Back To Top