Pat Gulipat Nasib Operator Sekolah

Perkembangan teknologi informasi mulaimenyasar sekolah/madrasah. Komputerisasi dengan sistem online disekolah/madrasah teraplikasi dalam berbagai bidang. Dari sistem pendataansiswa, pendidik dan tenaga kependidikan Eraglobalisasi informasi secara digital maupun online memang menjadi sebuah tuntutan bagi kita kaum pendidik menujuperkembangan arus
kemajuan pada zaman modern. Oleh karenanya, bagisetiap pendidik sekolah/madrasah baik itu di tingkat sekolah dasar maupunsekolah menengah wajib  menguasai program komputerisasi sebagai penunjangkerja yang profesional. Adanya gosip di berbagai sekolah/madrasah, bahwakedepan nanti segala macam bentuk pendataan akan melalui sistem online, menjadikalang kabut pengelola lembaga tersebut
Kesan pertamayang tertangkap adalah gagap teknologi terutama di lingkungan Sekolah Dasar.Idealnya, operator sekolah untuk Sekolah Dasar dipegang oleh kepala sekolah, karena Sekolah Dasar tidakmemiliki tenaga Tata Usaha (TU). Namun demikian karena sesuatu hal, kepalasekolah bisa menugaskan kepada guru yang kemudian dikenal dengan “OperatorSekolah” yang bertugas menyelesaikan pendataan yang bersifat online.

Sebenarnyaseandainya para guru lebih faham IT tentu akan meringankan tugas operator setidaknya mereka tahu prosesnya, bisamemahami ketika data sudah di-entridan masih dalam proses tidak ribut karena datanya belum valid dan belum ditetapkan SK pencairantunjangan dan lain sebagainya. Lebih-lebih yang bersangkutan sangat berharapTPP-nya segera cair, sering komplain bahkan tidak segan-segan mngeluarkankata-kata yang menyinggung perasaan. Padahal, setahu penulis, update datamemerlukan waktu apalagi Dapodik dijadikan dasar pencairan TPP, maka terjadilonjakan akses ke server dari seluruh operator se Indonesia. Akibatnya terjadibottle neck dan server down dan pada akhirnya menjadikan operator tiap malamharus begadang sampai pagi hanya untuk mencoba akses ke server pusat, danpaginya ditodong kepala sekolah/guru di sekolahnya dengan pertanyaan “SK sayasudah turun belum?”
Dengan tidakterbitnya SKTPP, Operator Dapodik dituding sebagai biang keladi. Benarkahdemikian? Jawabannya bisa YA atau TIDAK 
Ada yangterlupakan, ketika para operator berjibaku memproses data guru di sekolahnya,yang nota benenya membantu kelancaran peningkatan kesejahteraan guru melaluirealisasi tunjangan profesi mereka, nasib mereka cenderung terabaikan .Memangada pembiayaan sesuai juknisnya tetapi itu hanya pada awal entry di awal tahunpelajaran, tetapi untuk ketugasan yang sebenarnya bukan tugas pokok sesuaitupoksinya. Hal ini dikarenakan mereka berangkat dari tenaga guru Wiyata Bakti(Sukwan) yang rata HR-nya jauh dibawah Upah Minimum Regional (UMR).
Memang tidak ada aturan jelas mengenai hal ini dan cenderung diserahkan kepadakebijakan masing-masing sekolah yang belum tentu semua bijak. Sehingga kebanyakan operator hanya “gigitjari” sambil menyanyi dalam hati “Padamu Negeri” saat melihat para guru denganasik menikmati tunjangan profesinya. Padahal mereka sering bekerja secara extradan sering bekerja di luar jam kerja (Kecuali sang Operator adalah guru yangsudah bersertifikasi.)
Inilah jeritan hati sang operator yang sempat kamidengar. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua fihak. (*)
Tag : Artikel *
0 Komentar untuk "Pat Gulipat Nasib Operator Sekolah"

Back To Top