Guru di Bandar Lampung Dimutasi lantaran Menginterupsi Wali Kota

Fitri Hayati mengalami nasib kurang mengenakkan. Hanya gara-gara menginterupsi Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, guru SDN 2 Teladan, Rawa Laut, itu mendapat sanksi berupa mutasi.

Insiden itu terjadi saat Herman HN melakukan inspeksi mendadak ke SDN 2 Teladan, Rabu (5/2). Sidak dilakukan untuk melihat kondisi sekolah pasca digelarnya aksi mosi tidak percaya sejumlah guru kepada Kepala SDN 2 Teladan Andasia Mulyana beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Herman sedang memberikan pengarahan di depan para guru. Belum selesai Herman berbicara, Fitri menyela. Herman pun berang.


"Saya mutasikan kamu. Kalau ada pimpinan lagi bicara, didengarkan dulu. Jangan main potong aja," kata Herman.

Menurut Herman, tenaga pendidik harus bisa memberi contoh kepada para peserta didik. Selain itu, harus tahu aturan jika atasan sedang berbicara.

Meski demikian, Herman memberikan keringanan kepada Fitri untuk memilih sekolah yang akan dituju. "Saya serahkan ke dia memilih sekolah mana yang nanti menjadi tempat mengajar. Ini karena saya nggak bisa cabut ucapan saya, makanya harus mutasi," tandasnya.

Dalam pengarahan tersebut, Herman meminta semua guru untuk bersatu, dan jangan sampai terkotak-kotak. "Tidak ada gunanya kalau sampai terkotak-kotak. Marilah semua mengajar dengan baik. Berikan contoh yang baik dan sopan santun kepada anak didik," imbuh Herman.

Ia pun berharap semua guru dan komite sekolah dapat bekerja sama dengan baik demi membangun sekolah yang telah memberikan segudang prestasi tersebut.

"Sudah banyak yang saya lakukan demi meningkatkan pendidikan. Jadi, jangan gara-gara hal sepele ini merusak semuanya," bebernya.

Terkait kinerja kepala sekolah yang bersikap arogan terhadap guru dan berakibat munculnya mosi tidak percaya, Herman akan menyerahkan permasalahan ini kepada pengawas dan dinas pendidikan. "Kami serahkan kepada pengawas bagaimana kinerjanya, apakah dipindahkan atau tidak," tambah Herman.

Fitri Hayati, guru yang dimutasi oleh Wali Kota Herman HN, mengaku pasrah atas apa yang menimpanya. Sebab, itu sudah menjadi keputusan wali kota. "Saya yakin keputusan Pak Wali adalah yang terbaik. Jadi, saya terima," ujar Fitri.

Kepala SDN 2 Teladan Andasia Mulyana membantah dirinya dituding bersikap arogan terhadap anak buahnya. "Saya bukan arogan, tetapi saya ini tegas. Mungkin nada bicara saya saja yang agak keras. Tapi, itu bukan berarti saya arogan," kata Andasia.

Meski begitu, ia meminta maaf kepada dewan guru jika selama ini kepemimpinannya dinilai keras. "Saya harap ke depannya bisa terjalin hubungan baik. Ini semua demi kemajuan dunia pendidikan di kota ini," tambahnya.

Mosi tidak percaya terpaksa dilakukan para guru SDN 2 Teladan. Hal itu disebabkan mereka merasa tidak dihargai, bahkan selalu dilecehkan oleh kepala sekolah.

"Kami di sini sering dikatakan dengan ucapan yang tidak pantas. Kadang dia mengatakan guru-guru di sini nol semua," kata Yuli, salah seorang guru, diamini Titi, rekannya. (rri)

Sumber : http://lampung.tribunnews.com/2014/02/06/guru-di-bandar-lampung-dimutasi-lantaran-menginterupsi-wali-kota
Tag : Artikel *
0 Komentar untuk "Guru di Bandar Lampung Dimutasi lantaran Menginterupsi Wali Kota"

Back To Top